Nama Resmi : Kabupaten Bandung Barat
Ibukota : Ngamprah
Tanggal berdiri : 2 Januari 2007
Bupati : Jeje Ritchie Ismail
Wakil Bupati: Asep Ismail
Luas Wilayah: 1.311,31 km²
Jumlah Penduduk: 1.531.072 Jiwa
Alamat Kantor: Jalan Raya Padalarang No. 545 Kode Pos 40553
Telp: (022) 6864947.
Web : www.bandungbaratkab.go.id
Wilayah Administrasi:
Kecamatan :16
Nama 16 Kecamatan di Kabupaten Bandung Barat
Kecamatan Batujajar.
Kecamatan Cikalongwetan.
Kecamatan Cihampelas.
Kecamatan Cililin.
Kecamatan Cipatat.
Kecamatan Cipeundeuy.
Kecamatan Cipongkor.
Kecamatan Cisarua.
Kecamatan Gununghalu.
Kecamatan Lembang.
Kecamatan Ngamprah adalah Ibu Kota Kabupaten Bandung Barat.
Kecamatan Padalarang.
Kecamatan Parongpong.
Kecamatan Rongga.
Kecamatan Sindangkerta.
Kecamatan Saguling.
Sejarah
Wacana pemekaran Kabupaten Bandung menjadi 2 kabupaten telah muncul sejak tahun l999. Berdasarkan surat permohonan Bupati KDH TK.II Bandung yang saat itu dijabat oleh bapak H.U.Hatta Djati Permana . S.Ip mengajukan surat kepada Ketua DPRD yang saat itu pimpinan DPRD / Ketua DPRD diketuai Bapak H.Obar Sobarna.S.Ip. Surat permohonan Bupati bernomor :135/1235/Tapem tanggal 22 juni 1999 perihal permohonan persetujuan pemekaran wilayah Kabupaten Dati II Bandung. Bupati memohon kepada pimpinan beserta anggota DPRD kiranya dapat mengabulkan dan mendukung atas terselenggaranya rencana pemekaran Kabupaten Bandung menjadi Kabupaten DT II Bandung dan Kabupaten Padalarang (sekarang Kabupaten Bandung Barat). Hal tersebut disambut positif oleh DPRD Kabupaten Bandung dengan diterbitkannya surat keputusan DPRD Dati II Bandung no.5/1999/12/07 tentang persetujuan awal DPRDterhadap pemekaran wilayah Kabupaten Dati II Bandung. Namun pada tanggal 23 Desember 1999, Ketua DPRD Kabupaten Bandung melayangkan surat No.135/1499/TU tentang pemekaran Kabupaten Bandung yang isinya antara lain : Kami sampaikan bahwa proses awal yang sedang ditempuh oleh Pemda (sesuai UU no 5/74) agar ditangguhkan /dihentikan , demi ketertiban dan kelancaran pelaksanaan selanjutnya sesuai dengan Undang-Undang no 22/1999.
Perkembanguan selanjutnya sesuai UU No.22/1999, sebagian kecil dari wilayah Kabupaten Bandung yaitu Kota Administratif Cimahi ditingkatkan statusnya menjadi Pemerintah Kota Cimahi ( yang meliputi 3 Kecamatan ) yaitu Kecamatan Cimahi Selatan, Kecamatan Cimahi tengah dan Kecamatan Cimahi utara, maka rencana pemekaran Kabupaten Bandung semakin tertunda karena Kota Cimahi sebelumnya merupakan bagian dari wilayah administratif Kabupaten Bandung. Setelah Cimahi menjadi Kota Otonom, terpisah dari kabupaten Bandung, tuntutan pemekaran Kabupaten Bandung mencuat kembali ke permukaan sejalan dengan dibukanya ruang publik untuk mengaspirasikan kehendak membentuk daerah otonom baru hal tersebut dijamin oleh Undang-Undang No.22/1999.
Tuntutan pemekaran wilayah kabupaten Bandung, dilihat dari kondisi geografisnya oleh beberapa kalangan dinilai dapat dipahami sebab wilayah Kabupaten Bandung cukup luas (2.324.84 KM2) dengan letak wilayah mengelilingi Kota Bandung dan Kota Cimahi, disamping itu jumlah penduduknya cukup banyak , berdasarkan SUPAS 2002 sebanyak 4,3 Juta jiwa. Berangkat dari kondisi itulah pada tanggal 9 agustus 1999 para tokoh masyarakat Bandung Barat berkumpul membentuk Forum Pendukung Percepatan Pemekaran Kabupaten Bandung Barat yang dipimpin ketuanya Drs.H.Endang Anwar, setahun kemudian terbentuk lagi Forum Peduli Bandung Barat yang diketuai Asep Suhardi, Forum Bandung Barat Bersatu yang dipimpin H.Zaenal Abidin , Drs. Ade Ratmadja , Asep Suhardi dan Asep Ridwan Hermawan., serta Forom Pemuda Bandung Barat yang dipimpin Eman Sulaeman SE. Karena sama-sama untuk memperjuangkan berdirinya Kabupaten Bandung Barat, untuk menyamakan visi misi perjuangan maka berbagai LSM dan Forum bergabung dalam satu wadah Komite Pembentukan Kabupaten Bandung Barat (KPPKBB) yang dipimpin ketua umumnya Drs.H.Endang Anwar. KPKBB bersama elemen masyarakat Bandung Barat mengawali upaya perjuangannya dengan melaksanakan DEKLARASI BERSAMA untuk terus berjuang agar Bandung Barat menjadi DAERAH OTONOM terpisah dari Kabupaten Bandung , deklarasi tersebut dilaksanakan di Gedung Diklat Keuangan Gado Bangkong Kecamatan Ngamprah pada tanggal 30 Agustus 2003 Naskah Deklarasi dibacakan dan ditanda tangani berbagai elemen masyarakat Bandung Barat. Hal tersebut diakukan KPPKBB sebagai bentuk komitmen bersama dalam upayanya memperjuangkan dan menyampaikan aspirasi keberbagai lembaga baik legislatif maupun eksekutif Daerah Kab.Bandung, Provinsi Jawa Barat dan Pemerinah Pusat serta DPR RI/DPD RI . sampai lahirnya Undang-Undang Republik Indonesia No12.tahun 2007 Tentang Pembentukan Kabupaten Bandung Barat Menjadi Daerah Otonom di Provinsi Jawa Barat.
Penjabat Sementara Bupati Bandung Barat Drs.H.Tjatja Kuswara ,SH.MH selesai menjalankan tugasnya pada tanggal 17 Juli 2008, Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat pertama Drs.H.Abubakar M.Si dan Drs.Ernawan Natasaputra hasil pemilihan langsung dilantik pada tanggal 17 juli 2008 oleh Gubernur Jawa Barat Achmad Heriawan, Lc atas nama Presiden. (Drs. Ade Ratmadja, Pimpinan Umum http://www.bandungbaratonline.co.cc/). Kabupaten Bandung Barat adalah kabupaten baru provinsi Jawa Barat, Indonesia, pemekaran dari Kabupaten Bandung. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang di sebelah barat dan utara, Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi di sebelah timur, serta Kabupaten Cianjur di sebelah barat dan timur. Kabupaten Bandung Barat mewarisi sekitar 1,4 juta penduduk dari 42,9% wilayah lama Kabupaten Bandung. Sedangkan ibu kota Kabupaten Bandung Barat berlokasi di Kecamatan Ngamprah, yang terletak di jalur Bandung-Jakarta.
Demografi
Agama
Islam 98,14%
Protestan 1,29%
Katolik 0,41%
Buddha 0,05%
Hindu 0,04%
Kepercayaan 0,04%
Konghucu 0,03%
Pendidikan
SMK
SMK Pakuan Lembang
SMK Al Ikhsan Batujajar
SMK Plus Krida Utama Padalarang
SMK Bina Prestasi Bangsa
SMK Bandung Barat
SMK 45 Lembang
SMK Pakuan Lembang
SMK Taruna Nusantara Jaya
SMK Pengetahuan Nusantara Sakti Padalarang
SMKS Dharma Pertiwi
Perguruan Tinggi
Universitas Advent Indonesia
Politeknik Negeri Bandung
Stikes Borromeus Bandung
Akademi Bahasa Asing Internasional
Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Falah
Pariwisata
Curug Malela
Gunung Tangkuban Perahu
Gunung Burangrang
Curug Maribaya
Taman Begonia
Taman Hutan Lembang
Taman Hutan Djuanda
Curug Omas
Curug Cimahi
Curug Malela
Situ Ciburuy
Stone Garden
Gua Pawon
Gua Sanghyang Tikoro
Lembah Curugan Gunung Putri
Waduk Cirata
Waduk Saguling
Sēndang Geulis Kahuripan
Pasir Keraton
Tutugan Burangrang
Transportasi
Angkutan massal
Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Whoosh Stasiun Halim–Stasiun Tegalluar (di stasiun Padalarang)
KC Pengumpan Kereta Cepat: Padalarang–Bandung (di stasiun Padalarang)
KAI Commuter
B Commuter Line Bandung Raya
C Commuter Line Garut
Kereta api lokal
SW Siliwangi (Cipatat-Sukabumi)
Trans Metro Pasundan
2D Alun-Alun Bandung-Kota Baru Parahyangan
DAMRI
KBP Alun-Alun Bandung-Kota Baru Parahyangan via Tol Pasteur
Angkutan Kota wilayah Kabupaten Bandung Barat dan beberapa rute yang menghubungkan Kota Cimahi dengan Kota Bandung.
Stasiun dan terminal
Artikel utama: Daftar Stasiun Kereta Api di Kabupaten Bandung Barat
Kabupaten Bandung Barat memiliki 1 stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung, 9 stasiun Commuter Line Bandung Raya dan Garut maupun 1 stasiun KA Siliwangi yang masih beroperasi, diantaranya:
Jalur kereta api cepat Jakarta–Bandung
Stasiun HSR Padalarang
Lintas barat Jawa
Stasiun Cikadongdong
Stasiun Rendeh
Stasiun Maswati
Stasiun Sasaksaat
Stasiun Cilame
Stasiun Cipatat
Stasiun Padalarang
Halte Gadobangkong
Selain itu, Kabupaten Bandung Barat juga memiliki 2 stasiun yang sudah berhenti beroperasi, yaitu:
Stasiun Rajamandala
Stasiun Tagogapu

