Kota Pasuruan



Siapa sangka ternyata di Jawa ada aneka makanan khas yang wajib dicoba kala berkunjung ke sana.

Nama Resmi : Kota Pasuruan
Ibukota : Pasuruan
Tanggal berdiri : 8 Februari 1686
Walikota :  Adi Wibowo S.TP., M.Si.
Wakil Walikota :Mokhamad Nawawi S.Kom., M.M.
Jumlah Penduduk : 186.262 jiwa
Luas Wilayah : 36.56 km2      
Alamat Kantor : Jl. Pahlawan, Pekuncen, Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur 67126
T :  (0343) 424019
W : http://www.pasuruankota.go.id/
Wilayah Administrasi :
Kecamatan : 4
Kelurahan : 34  
Nama 4 Kecamatan di Kota Pasuruan :
Kecamatan Gadingrejo.
Kecamatan Purworejo.
Kecamatan Bugulkidul.
Kecamatan Panggungrejo.

Sejarah
Pasuruan berada di jalur utama Surabaya – Banyuwangi. Kota pasuruan memiliki luas 35,86 Km2 berbatasan dengan Selat Madura di sebelah utara, serta kabupaten Pasuruan disebelah timur, selatan, dan barat. Pasuruan dapat ditempuh dari Surabaya menggunakan bus dalam waktu 1 jam, dan juga dapat ditempuh dari Malang menggunakan bus dalam waktu 1 jam.

Kota ini juga memiliki stasiun kereta api lintas timur Surabaya-Jember-Banyuwangi. Kereta api yang singgah di Pasuruan diantaranya: Mutiara Timur (Surabaya Gubeng-Banyuwangi Baru), Logawa (Purwokerto/Cilacap-Surabaya Gubeng-Jember), dan Sri Tanjung (Yogya Lempuyangan-Surabaya Gubeng-Banyuwangi Baru).

Tahun 1671 – 1686 Pasuruan dibawah pemerintahan Bupati Onggo Djojo yang berasal dari keturunan Kyai Brondong, yang kemudian mendapatkan perlawanan dari Untung Suropati, sehingga melarikan diri ke Kota Surabaya. Tahun 1686 – 1706 Pasuruan dibawah pemerintahan Djoko Untung Suropati dengan gelar Adipati Wironegoro.

Tahun 1706 akhir kekuasaannya menghadapi perang melawan VOC di Bangil dan beliau mengalami luka berat hingga meninggal, sampai saat ini makamnya tidak diketahui tempatnya, namun bias diketahui adanya petilasan berupa gua sebagai tempat persembunyiannya sewaktu dikejar tentara VOC di pedukuhan mancilan Desa Pohjentrek Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan.

Tahun 1706 – 1743 Putera Djoko Untung Suropati yang bernama Rahmat menggantikan kedudukan ayahnya dan meneruskan perjuangannya sampai gugur dalam pertempuran melawan VOC .

Tahun 1743 Darmoyudo IV bernama Wongso Negoro Niti Negoro sebagai pengganti Rahmat, sejak itu VOC dapat menguasai pantai utara pulau Jawa termasuk Pasuruan.

VOC menganggap Kota Pasuruan sebagai Kota Bandar karena keberadaan pelabuhannya untuk sarana transportasi perdagangan, akhirnya Belanda mengadakan kegiatan perekomonian dengan mendirikan pabrik gula disekitar Pasuruan.

Bukti lain menyebutkan bahwa sejarah Kota Pasuruan dianggap penting oleh Ahli Belanda dengan dibentuknya Staatgementee Van Pasuruan pada Juli 1916 dan ditetapkannya sebagai Pelabuhan Pasuruan sejak tahun 1926 stbl.1926 Nomor 521 dengan perubahan Stbl 1926 nomor 426.

Tanggal 14 Agustus 1950 menjadi daerah Otonom yang terdiri dari 19 Desa dalam 1 Kecamatan Tanggal 21 Desember 1982 Kotamadya Pasuruan diperluas menjadi 3 Kecamatan dengan 19 Kelurahan dan 15 Desa.

Demografi
Agama
Islam 97,19%
Protestan 1,36%
Katolik 0,86%
Buddha 0,52%
Hindu 0,06%
Konghucu 0,01%

Bahasa
Bahasa Nasional:
Indonesia (resmi)
Bahasa Pengantar:
Inggris (utama)
Arab
Mandarin
Bahasa Daerah:
Jawa (dominan)

Hasil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 2013, jumlah penduduk Kota Pasuruan bejumlah 208.079 jiwa dengan kepadatan penduduk sekitar ±5.091 jiwa/km². Dan berikut adalah penduduk Kota Pasuruan per Kecamatan 2012:
Kecamatan Gadingrejo: 45.581 jiwa
Kecamatan Purworejo: 58.120 jiwa
Kecamatan Bugulkidul: 30.839 jiwa
Kecamatan Panggungrejo:73.537 jiwa

Geografi
Secara astronomis, Kota Pasuruan terletak pada 112°45′–112°55′ Bujur Timur dan 7°35′–7°45′ Lintang Selatan. Kota ini hanya berbatasan langsung dengan Kabupaten Pasuruan di sisi barat, selatan, dan timur serta Selat Madura di sisi utara.

Topografi
Seluruh wilayah Kota Pasuruan merupakan dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 4 meter di atas permukaan laut dan topografinya pun sangat landai dengan kemiringan 0 – 1% dari selatan ke utara. Wilayahnya yang rendah dan menjadi hilir Sungai Gembong menjadikan kota ini sering dilanda banjir di saat musim penghujan tiba.

Iklim
Berdasarkan klasifikasi iklim Koppen, wilayah Kota Pasuruan masuk dalam kategori iklim tropis yang cenderung agak kering (Aw). Periode musim kemarau berlangsung sejak awal bulan Mei hingga pertengahan bulan November. Sementara itu, periode musim hujan cenderung lebih singkat yakni dari awal bulan Desember hingga akhir bulan Maret. Curah hujan rata-rata di wilayah ini berkisar antara 1.000–1.400 mm per tahunnya. Suhu udara rata-rata berkisar antara 25°–31 °C per tahunnya. Tingkat kelembapan di daerah ini adalah ≥70%.

Ekonomi
Tempat Perbelanjaan
Di Kota Pasuruan pusat perbelanjaan terletak di kawasan Jalan Soekarno Hatta hingga Jalan Panglima Sudirman.

Pasar Modern
Carrefour Hypermarket Pasuruan
Delta Superstore
Pasific Place
Sandang Ayu dept. store
Piala Trade Center
Gajah Mada Square
Senkuko Market
Pasar Tradisional
Pasar besar Kota Pasuruan (Jl. Stasiun)
Pasar Gading (Jl. Irian Jaya)
Pasar Kebonagung (Jl.Panglima Sudirman)