Kabupaten Berau



Siapa sangka ternyata di Kalimantan ada aneka makanan khas yang wajib dicoba kala berkunjung ke sana.

Nama Resmi : Kabupaten Berau
Ibukota : Tanjung Redeb
Tanggal berdiri : 15 September 1053
Luas Wilayah: 34.127,47 km2
Jumlah Penduduk:  251.445 jiwa 
Wilayah Administrasi:Kecamatan : 13     
Bupati :  Sri Juniarsih
Wakil Bupati : H.Gamalis,S.E
Alamat Kantor: Jl. APT. Pranoto, Tanjung Redeb, Kalimantan Timur
Telp. (0554) 221001
Fax. (0554) 21068, 21500
Website : http://www.beraukab.go.id/
Wilayah Administrasi:
Kecamatan : 13   
Nama 13 Kecamatan di Kabupaten Berau :
Tanjung Redeb ( Ibukota Kabupaten Berau ).
Tabalar.
Talisayan.
Teluk Bayur.
Batu Putih.
Biatan.
Biduk-Biduk.
Gunung Tabur.
Kelay.
Maratua.
Pulau Derawan.
Sambaliung.
Segah.

Sejarah
Kabupaten Berau berasal dan Kerajaan Berau yang didirikan sekitar abad XIV. Menurut Legenda sejarah Berau Raja pertama yang pemerintah adalah bernama Baddit Dippatung dengan gelar Aji Raden Surya Nata Kesuma dan Isterinya bernama Baddit Kurindan dengan gelar Aji Permaisuri. Pusat pernerintahan kerajaan pada awalnya berkedudukan di Sungkai  Lati, sekarang menjadi lokasi per¬tambangan Batu Bara PT. Berau Coal, Aji Raden Surya Nata Kesuma pada masa pemerintahannya dan tahun 1400 – 1432 menjalankan dengan adil dan bijaksana sehingga kesejah¬teraan rakyatnya meningkat dan se¬lain dan pada itu dia berhasil me¬nyatukan wilayah pemukiman yang disebut Masyarakat Berau adalah “BANUA” yaitu Banua Merancang, Banua Pantai, Banua Kuran, Banua Rantau Buyut, dan Banua Rantau Sewakung. Kedudukannya sangat berpengaruh disamping kewibawa¬annya menjadikan dia disegani oleh lawan maupun oleh kawan, untuk mengenang jasa raja Berau yang per¬tama ini Pemerintah telah mengabdi¬kannya sebagai nama Korem 091 Aji Surya Nata Kesuma yang berkedu¬dukan di Samarinda salah satu Ko¬mando Rayon Militer Kodam VI/TPR.
Setelah beliau wafat pemerintahan Kerajaan Berau dilanjutkan oleh putranya dan selanjutnya secara turun temurun keturunannya meme¬rintah sampai pada sekitar abad ke XVII. Kemudian awal sekitar abad XVIII datanglah penjajah Belanda memasuki Kerajaan Berau dengan berkedok sebagao pedagang (VOC) namun kemudian kegiatan dilakukan dengan politi “Devide Et Empera”. Kelicikan Belanda berhasil memecah belah Kerajaan Berau, sehingga kera¬jaan terpecah menjadi 2 Kesultanan yaitu Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur. Pada saat bersamaan masuk pula ajaran agama Islam ke Berau yang dibawa oleh Imam Sambuayan dengan pusat pe¬nyebarannya disekitar Sukan (Desa Sukan). Sultan pertama di Kesultan¬an Sambaliung adalah Raja Alam yang bergelar Alimuddin (1800 adalah 1852). RajaAlam terkenal pimpinan yang gigih menentang penjajah Belanda. Raja Alam pernah ditawan dan diasingkan ke Makassar (Ujung Pandang). Untuk mengenang jiwa Patriot Raja Alam namanya diabadi¬kan menjadi Batalion 613 RajaAlam yang berkedudukan di Kotamadya Tarakan. Kemudian sebagai Sultan terakhir di Kesultanan Sambaliung adalah Sultan Muhammad Ami¬nuddin (1902 – 1959). Sedangkan Kesultanan  Gunung Tabur sebagai Sultan per¬tamanya adalah Sultan Muhammad Zainal Abidin  (1800- 1833), keturunannya meneruskan pemerintahan hingga ke¬pada Sultan Achmad maulana Chalifatullah Djalaluddin (wafat 15 April 1951) dan Sultan terakhir adalah Aji Rden Muhammad Ayub (1951 – 1960), kemudian wilayah Kesultanan menjadi bagian dan Kabupaten Berau.
Sultan Muhammad Amminuddin menjadi Kepala Daerah Istimewa Berau, beliau memerintah sampai dengan adanya peraturan peralihan dan Daerah Istimewa menjadi Ka¬bupaten Dati I I Berau, yaitu Undang¬-undang Darurat tahun 1953, dimana tanggal pelaksanaan Undang-undang tersebut dijadikan sebagai Hari jadi Kabupaten Dati I I Berau. Kemudian dengan diterbitkannya Undang¬undang No. 27 tahun 1959 Daerah Istimewa Berau berubah menjadi  Kabupaten Dati II Berau dan sebagai Bupati Kepala Daerah Tk. II yang pertama adalah Sultan Aji Raden Muhammad Ayub (1960 – 1964) dan sebagai Ibukotanya adalah Tanjung Redeb. Penetapan Kota Tanjung Re¬deb sebagai pusat pemerintahan Dati I I Kabupaten Berau adalah sebagai mengenang pemerintahan Kerajaan (Kesultanan) di Berau, pada tahun 1810 Sultan Alirnuddin (Raja Alam) memindahkan pusat pemerintahan¬nya ke Kampung Gayam yang seka¬rang kita kenal dengan nama Karn¬pung Bugis dimana perpindahan ke Kampung Bugis itu adalah menjadi cikal bakal Kota Tanjung Redeb. Peris¬tiwa perpindahan itu terjadi pada tanggal 15 September tahun 1810 maka tanggal tersebut dibadikan sebagai Hari jadi Kota Tanjung Redeb sebagaimana telah ditetapkan dalam Perda No 03 tanggal 2 April 1992

Geografi
Pemandangan Kota Tanjung Redeb
Batas wilayah
Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kalimantan Utara
Timur Selat Makassar dan Laut Sulawesi
Selatan Kabupaten Kutai Timur
Barat Kabupaten Bulungan

Flora dan Fauna Pemandangan bawah laut Kepulauan Derawan Lebih dari 80 jenis pohon di daerah Berau yang terdaftar terancam punah dalam daftar World Conservation Union (IUCN). Teluk Berau yang merupakan bagian dari Laut Sulawesi terletak di sebuah rute migrasi utama bagi mamalia laut. Terumbu karang Berau terletak 60 kilometer dari Semenanjung Berau dianggap sebagai salah satu tempat laut yang paling penting di Indonesia dan Pulau Derawan adalah bagian dari taman laut tersebut. Di antara spesies hewan Berau terancam atau hampir punah adalah: Orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) Monyet Belalai/ Bekantan (Nasalis larvatus) Beruang madu (Helarctos malayanus) Siamang (Symphalangus syndactylus) Banteng (Bos javanicus) Pariwisata Museum Batiwakal Kesultanan Gunung Tabur Tempat Wisata Berbagai tempat wisata yang ada di Kabupaten Berau adalah: Kepulauan Derawan di Kecamatan Pulau Derawan Danau Ubur – Ubur Pulau Kakaban[9] Labuan Cermin Kecamatan Biduk-Biduk Kolam/Pemandian Air Panas Kecamatan Biatan Taman Buru Batu Putih di Kecamatan Talisayan Bekas Istana Kesultanan Gunung Tabur di Kecamatan Gunung Tabur Keraton Kesultanan Sambaliung di Kecamatan Sambaliung Makam Raja-Raja Kesultanan Gunung Tabur di tepi Sungai Berau dan Sungai Kelay, Kecamatan Gunung Tabur Bandar Udara Kalimarau, salah satu bandara terbesar di utara Kaltim Sentosa Park, wahana rekreasi air (waterboom) terbesar di utara Kaltim Masjid Agung Baitul Hikmah di Kota Tanjung Redeb

Demografi
Agama
Islam 84.65%
Kristen Protestan 9.55%
Katolik 5.41
Buddha 0.29%
Hindu 0.09%
Kaharingan 0.02%