Kabupaten Tanggamus



Siapa sangka ternyata di Sumatera ada aneka makanan khas yang wajib dicoba kala berkunjung ke sana.

Nama Resmi : Kabupaten Tanggamus
Ibukota : Kota Agung
Tanggal berdiri :21 Maret 1997
Bupati : Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A, M.H
Wakil Bupati : Agus Suranto.
Luas Wilayah: 4.654,96 Km2
Jumlah Penduduk:  580.383 jiwa
Alamat Kantor: Kp. Baru, Kota Agung Tim., Kabupaten Tanggamus, Lampung 35384
Website : http://tulangbawangkab.go.id
Wilayah Administrasi:
Kecamatan : 19
Kelurahan: 3
Nama 19 Kecamatan di Kabupaten Tanggamus:
Kecamatan Air Naningan.
Kecamatan Bandar Negeri Semuong.
Kecamatan Bulok.
Kecamatan Cukuh Balak.
Kecamatan Gisting.
Kecamatan Gunung Alip.
Kecamatan Kelumbayan Barat.
Kecamatan Kelumbayan.
Kecamatan Kota Agung Barat.
Kecamatan Kota Agung Timur.
Kecamatan Kotaagung ( ibu kota kab Tanggamus ).
Kecamatan Limau.
Kecamatan Pematang Sawa.
Kecamatan Pugung.
Kecamatan Pulau Panggung.
Kecamatan Semaka.
Kecamatan Sumberejo.
Kecamatan Talang Padang.
Kecamatan Ulubelu.
Kecamatan Wonosobo.

Sejarah
Dalam sejarah kebudayaan dan perdagangan di Nusantara, Tulang Bawang digambarkan merupakan salah satu kerajaan tertua di Indonesia, disamping kerajaan Melayu, Sriwijaya, Kutai, dan Tarumanegara. Meskipun belum banyak catatan sejarah yang mengungkapkan keberadaan kerajaan ini, namun catatan Cina kuno menyebutkan pada pertengahan abad ke-4 seorang pejiarah Agama Budha yang bernama Fa-Hien, pernah singgah di sebuah kerajaan yang makmur dan berjaya, To-Lang P’o-Hwang (Tulang Bawang) di pedalaman Chrqse (pulau emas Sumatera). Sampai saat ini belum ada yang bisa memastikan pusat kerajaan Tulang Bawang, namun ahli sejarah Dr. J. W. Naarding memperkirakan pusat kerajaan ini terletak di hulu Way Tulang Bawang (antara Menggala dan Pagardewa) kurang lebih dalam radius 20 km dari pusat kota Menggala.

Seiring dengan makin berkembangnya kerajaan Che-Li-P’o Chie (Sriwijaya), nama dan kebesaran Tulang Bawang sedikit demi sedikit semakin pudar. Akhirnya sulit sekali mendapatkan catatan sejarah mengenai perkembangan kerajaan ini.

Ketika Islam mulai masuk ke bumi Nusantara sekitar abad ke-15, Menggala dan alur sungai Tulang Bawang yang kembali marak dengan aneka komoditi, mulai kembali di kenal Eropa. Menggala dengan komoditi andalannya Lada Hitam, menawarkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan komoditi sejenis yang didapat VOC dari Bandar Banten. Perdagangan yang terus berkembang, menyebabkan denyut nadi Sungai Tulang Bawang semakin kencang, dan pada masa itu kota Menggala dijadikan dermaga “BOOM“, tempat bersandarnya kapal-kapal dari berbagai pelosok Nusantara, termasuk Singapura.

Perkembangan politik Pemerintahan Belanda yang terus berubah, membawa dampak dengan ditetapkanya Lampung berada dibawah pengawasan langsung Gubernur Jenderal Herman Wiliam Deandles mulai tanggal 22 November 1808. Hal ini berimbas pada penataan sistem pemerintahan adat yang merupakan salah satu upaya Belanda untuk mendapatkan simpati masyarakat.

Pemerintahan adat mulai ditata sedemikian rupa, sehingga terbentuk Pemerintahan Marga yang dipimpin oleh Kepala Marga (Kebuayan). Wilayah Tulang Bawang sendiri dibagi dalam 3 kebuayan, yaitu Buay Bulan, Buay Tegamoan dan Buay Umpu (tahun 1914, menyusul dibentuk Buay Aji).

Sistem Pemerintahan Marga tidak berjalan lama, dan pada tahun 1864 sesuai dengan Keputusan Kesiden Lampung No. 362/12 tanggal 31 Mei 1864, dibentuk sistem Pemerintahan Pesirah. Sejak itu pembangunan berbagai fasilitas untuk kepentingan kolonial Belanda mulai dilakukan termasukdi Kabupaten Tulang Bawang.

Pada zaman pendudukan Jepang, tidak banyak perubahan yang terjadi di daerah yang dijuluki “Sai Bumi Nengah Nyappur” ini. Dan akhirnya sesudah Proklamasi kemerdekaan RI, saat Lampung ditetapkan sebagai daerah Keresidenan dalam wilayah Propinsi Sumatera Selatan, Tulang Bawang dijadikan wilayah Kewedanaan.

Geografi
Secara geografis Kabupaten tanggamus terletak pada posisi 104°18’ – 105°12’ Bujur Timur dan 5°05’ – 5°56’ Lintang Selatan. Satu dari dua teluk besar yang ada di Provinsi Lampung terdapat di Kabupaten Tanggamus yaitu teluk Semaka dengan panjang daerah pantai 200 km dan sebagai tempat bermuaranya 2 (dua) sungai besar yaitu Way Sekampung dan Way Semaka. Selain itu Wilayah Kabupaten tanggamus dipengaruhi oleh udara tropical pantai dan dataran pegunungan dengan temperatur udara yang sejuk dengan rata-rata 28 °C.

Batas Wilayah
Batas wilayah administratif Kabupaten Tanggamus adalah sebagai berikut:
Utara Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten Lampung Tengah
Timur Kabupaten Pringsewu
Selatan Samudera Hindia
Barat Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten Pesisir Barat

Demografi
Agama
Islam 99,17%
Katolik 0,42%
Protestan 0,23%
Hindu 0,12%
Buddha 0,05%
Kepercayaan 0,01%

Luas Wilayah
Kabupaten Tanggamus mempunyai luas Wilayah 2.855,46 Km² untuk luas daratan ditambah dengan daerah laut seluas 1,799,50 Km² dengan luas keseluruhan 4, 654,98 Km², dengan topografi wilayah bervariasi antara dataran rendah dan dataran tinggi, yang sebagian merupakan daerah berbukit sampai bergunung, yakni sekitar 40% dari seluruh wilayah dengan ketinggian dari permukaan laut antara 0 sampai dengan 2.115 meter. Potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Tanggamus sebagian besar dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Selain itu masih terdapat beberapa sumber daya alam lain yang potensial untuk dikembangkan antara lain; pertambangan emas, bahan galian seperti granit dan batu pualam atau marmer. Disamping itu juga terdapat sumber air panas dan panas bumi yang memungkinkan untuk dikembangkan menjadi pembangkit energi listrik alternatif.

Pariwisata
1. Teluk Kiluan
Objek wisata Teluk Kilauan berada di Desa Kilauan Negeri, Kecamatan Kelumbayan. Teluk inilah yang menjadi saingan berat Pantai Lovina di Bali karena mereka sama-sama memiliki atraksi serupa berupa bertemu dengan kawanan ikan lumba-lumba secara langsung di laut lepas menggunakan perahu nelayan setempat. Teluk Kilauan menyajikan beragam pilihan wisata, selain berlayar ke tengah laut untuk melihat ikan lumba-lumba, wisatawan yang berada di pesisirnya juga bisa bermain pasir dan berenang di laguna biru.

2. Pantai Gigi Hiu
Objek wisata Pantai Gigi Hiu berada di Desa Pegadungan, Kecamatan Kelumbayan. Pantai Gigi Hiu alias Pantai Batu Layar alias Pantai Pegadungan. Pemberian namanya sendiri merujuk pada gugusan karang tajam yang dianalogikan sebagai gigi ikan hiu. Tidak usah bawa peralatan snorkeling ke tempat ini, karena Pantai Gigi Hiu hanya bisa dinikmati secara visual saja.

3. Gunung Tanggamus
Gunung ini berdiri tegak di timur laut ibu kota kabupaten yaitu Kecamatan Kota Agung. Gunung ini sangat populer di kalangan pecinta alam dan menjadi lokasi favorit untuk pendakian dan juga camping. Gunung Tanggamus memiliki tinggi 2.102 meter di atas permukaan air laut yang menjadikannya sebagai gunung tertinggi kedua di Provinsi Lampung setelah Gunung Pesagi. Puncak gunung ini mempunyai pemandangan yang begitu indah terlebih saat pagi dan sore. Saat itu lembah Gunung Tanggamus akan tertutup kabut putih yang tebal sehingga membuat wisatawan di puncaknya berasa berada di atas awan.

4. Pantai Sawmiil
Wilayah Kabupaten Tanggamus yang menghadap ke Teluk Semangka membuatnya punya garis pantai yang sangat panjang sekaligus memberinya banyak pantai eksotis. Salah satunya adalah Pantai Sawmill yang terletak di pesisir barat tepatnya di Desa Karangsari, Kecamatan Wonosobo. Pantai dengan nama lain Sumil ini memiliki pemandangan alam yang kompleks. Selain laut yang menghampar luas, di sebelah barat pantai ini terlihat gugusan pegunungan Bukit Barisan Selatan yang telah ditetapkan pemerintah sebagai taman nasional. Beralih ke sisi timur, sayup-sayup terlihat puncak Gunung Tanggamus yang menjadi ikon kabupaten tersebut.

5. Air Terjun Way Lalaan
Air terjun Way Lalaan didapuk sebagai destinasi wisata populer di Tanggamus yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Air Terjun Way Lalaan memiliki ketinggian 11 meter dan airnya mengalir ke Sungai Lalaan yang bermuara di Teluk Semangka. Air terjun ini bisa dtemukan di pekon atau Desa Kampungbaru, [[Kota Agung Timur, Tanggamus|Kecamatan Kota Agung Timur] atau tepat berada di kaki Gunung Tanggamus. Akses menuju ke lokasi sudah dibangun tangga beton yang dibuat pada zaman kolonial Belanda sekitar tahun 1937.
6. Air Terjun Jarum Lebuay

Air Terjun Jarum Lebuay terletak di pekon atau Desa Lebuay Datar, Kecamatan Air Naningan. Air terjun ini memiliki debut air yang berlimpah meski musim kemarau hanya saja yang membedakan saat musim kemarau aliran air terjun ini hanya satu. Air terjun ini akan berubah menjadi air terjun kembar dengan dua aliran berdampingan saat musim hujan. Di bawah terjunan air terdapat gua kecil dan juga kolam yang bisa digunakan berenang. Namun pengunjung harus tetap hati-hati kalau bermain air di kolamnya.
7. Bendungan Batutegi

Objek wisata ini berada di terletak di pekon atau Desa Lebuay Datar, Kecamatan Air Naningan. Bendungan yang dibangun sejak tahun 1995 dan selesai 9 tahun kemudian ini berada di antara dua bukit yang tinggi serta mengorbankan bukit yang lebih rendah untuk ditenggelamkan. Kabarnya Bendungan Batutegi ini merupakan bendungan terbesar se Asia Tenggara yang mampu menampung air sebanyak 9 juta meter kubik. Selain dimanfaatkan untuk sarana pembangkit tenaga listrik, Bendungan Batutegi juga mulai dikembangkan untuk tujuan wisata. Sebaiknya berkunjung pada pagi atau sore, pasalnya siang hari di bendungan ini lumayan panas karena tidak ada tempat berteduh.
8. Air Terjun Lembah Pelangi
Air terjun setinggi 20 meter ini merupakan air terjun bertingkat yang terdiri dari 3 susunan. Menariknya air terjun yang berada di posisi paling bawah memiliki sumber air panas yang bisa digunakan untuk mandi dan terapi. Untuk mendatangi satu per satu rangkaian Air Terjun Lembah Pelangi dibutuhkan usaha ekstra karena ketiganya terpisah jarak dengan medan yang curam meski posisinya tidak jauh. Kebanyakan traveler yang berkunjung ingin menikmati sensasi berendam di air hangatnya. Kamupun tidak boleh ketinggalan berendam di bawah air terjun ini kalau berkunjung ke sana.