Tidaklah pernah lengkap acara jalan-jalan tanpa oleh-oleh, karena itu setelah berkeliling kota Kediri, Anda bisa duduk santai sambil menik-mati salah satu makanan khas kota Kediri, yaitu gethuk pisang. Si manis yang satu ini memang sudah tidak asing bagi masyarakat Kediri, tapi bagi anda yang berasal dari luar kota, mungkin belum pernah merasakan kelezatan perpaduan manis-asam gethuk pisang.
Meskipun tak setenar saudara tuanya tahu kuning yang sudah terkenal lebih dulu gethuk pisang tetap punya khan untuk menjadi makanan khas Kota Kediri. Tidak pernah jelas kapan dan siapa yang menemukan Gethuk Pisang. Karena keberadaan gethuk ini sudah ada selama turun-temurun, entah mulai tahun keberapa masehi. Keahlian membuat gethuk inipun merupakan warisan turun temurun dari generasi ke generasi. Konon cerita, gethuk pisang ini sudah ada sejak jaman kerajaan Kadiri. Saking enaknya, gethuk pisang ini menjadi makanan favorit Dewi Sekartaji. Bahkan konon karena rasa yang begitu enaknya, sampai-sampai para dewa sampai rela turun ke bumi untuk mencari Gethuk pisang buatan rakyat kerajaan Kadiri. Entah benar atau tidak cerita itu, tapi yang jelas, kudapan yang satu ini menja-di salah satu dari makanan khas Kota Kediri selain tahu kuning yang sudah terkenal itu.
Sesuai namanya, gethuk pisang dibuat dari buah pisang. Bentuknya bulat panjang, sekitar 15 sentimeter, dan berwarna merah kecoklatan. Kemasannya biasa dibungkus dengan daun pisang. Gethuk pisang dibuat khusus dari pisang Raja Nangka.Raja Nangka pilih karena punya aroma dan rasa yang khas manis asam. Rasa manis asam inilah yang membuat rasa gethuk pisang men-jadi khas asam manis tanpa gula. Pisang Raja Nangka pilih yang setengah matang dikupas kulitnya, setelah itu dikukus hingga beberapa jam hingga warnanya berubah kemerahan. Pisang yang sudah berubah warnanya lalu ditumbuk sampai halus lalu dibungkus dengan daun pisang. Proses itu dilakukan selagi pisang masih panas sehingga menghasilkan warna dan rasa yang khas. Tanpa tambahan zat apa-pun tidak juga gula maupun bahan pengawet. Ini juga mungkin yang menyebabkan gethuk pisang tidak bertahan lama, hanya dua hari pada suhu kamar dan sekitar empat hari pada lemari pendingin.
Sama sekali tidak sulit untuk mene-mukan gethuk pisang di Kota Kediri, karena hampir di semua toko yang menjual makanan khas Kediri selalu ada Si gethuk pisang di sana. Berderet-deret toko makanan khas Kota Kediri terutama di sepanjang jalan Yos Sudarso dan di sepanjang Jalan Patimura. Gethuk Pisang kebanyakan dibuat oleh home industri yang ada di Kediri selain membuat tahu kuning.
Sidik (30), produsen getuk pisang asal Desa Kaliombo, Kecamatan Kota, mengaku, “Getuk pisang ini membuatnya susah, sedang daya tahannya tidak bisa lama. Jadi, memang kadang-kadang pedagangnya mencari kiat sendiri supaya dagangannya cepat laku,” tuturnya. Tiap hari, Sidik menyetor getuk pisang buatannya ke 30 toko makanan di Kota Kediri. Tiap toko, ia setori sekitar 25 getuk. Celakanya, saat Lebaran ia biasanya kesulitan mencari tenaga kerja, juga bahan baku pisang, dan bungkus berupa daun pisang. “Cari tenaga, banyak orang lagi pulang kampung.
“Cari pisang dan daun pisang juga susah kalau lagi Lebaran,” cetus Sidik, yang mempunyai tiga tukang pembuat getuk, semuanya dari keluarga sendiri. Persis dengan apa yang dikatakan Irawan, permintaan getuk pisang memang meningkat tajam jika datang Lebaran. Jika pada hari biasa ia cuma memasok 500-800 getuk pisang ke toko-toko, pada saat Lebaran ia harus punya persediaan antara 2.000 hingga 5.000 getuk. Harga gethuk pisang pada tingkat konsumen berkisar antara Rp 2.500 hingga Rp 5.000 per bungkus. Ada juga yang seharga Rp.1.000 untuk ukuran mini.
Jadi lain kali bila Anda ingin menikmati makanan khas Kota Kediri Anda bisa mencoba gethuk pisang sebagai pilihan, selain tahu kuning. Dinikmati sendiri ataupun dijadikan buah tangan untuk sanak saudara dan para kerabat.


Leave a Reply