Masyarakat Madukara di Kabupaten Banjarnegara terkenal dengan produksi makanan tradisional berupa Apem. Apem Madukara, merupakan sebutan untuk makanan ringan ini. Makanan ini terbuat dari adonan tepung beras yang dicampur dengan telur, santan dan gula. Adonan tersebut kemudian dituangkan ke dalam cetakan yang selanjutnya dipanggang. Makanan ini selalu ada pada acara selametan. Jika berkungjung ke Banjarnegara jangan lupa mencicipi Apem khas masyarakat Madukara.
Kue Apem sebenarnya sering dijumpai di berbagai daerah di Jawa. Bahan dasarnyapun sama hanya ada sedikit bahan yang membedakan Apem dari masing-masing daerah.
Jikapun bahan dasarnya sama mungkin rasa atau bentuknya yang berbeda. Untuk bahan yang digunakan dalam pembuatan Apem semuanya menggunakan bahan dasar tepung beras, gula, telur dan santan.
Biasanya yang membedakan adalah gula yang digunakan. Ada yang menggunakan gula jawa ada juga yang menggunakan gula pasir. Di beberapa daerah ada juga yang menambahkan tape singkong dalam adonannya.
Apem Madukara sangat khas rasanya. Tidak terlalu manis dan tidak bikin eneg. Bahan yang digunakan juga sama dengan apem-apem pada umumnya yaitu Tepung beras, gula, telur dan santan.
Untuk gulanya Apem Madukara menggunakan gula jawa. Gula Jawa yang dipilih tentunya gula yang berkualitas. Sehingga adonan apemnya terlihat menarik dari warna gula yang dipakainya dan enak dari rasa gula tersebut.
Kata apem diambil dari bahasa Arab Afuan atau Afuwwun yang berarti ampunan. Orang-orang menyederhanakannya dengan sebutan apem. Jadi konteks apem dipandang sebagai bentuk permohonan ampun atau maaf atas segala kesalahan yang telah diperbuat.
Makanan Wajib Pada Acara Perayaan Keagamaan, Selamatan, Syukuran atau Tirakatan
Apem adalah salah satu makanan yang sering dijumpai pada acara-acara selamatan, syukuran ataupun tirakatan. Di Banjarnegara sendiri apem madukara adalah makanan wajib yang digunakan pada acara selamatan hari jadi Banjarnegara.
Apem ditata dalam bentuk gunungan yang diarak pada saat kirab hari jadi. Penggunaan apem pada salah satu gunungan dimaksudkan. Agar masyarakat senantiasa ingat filosofi apem bahwa hendaknya manusia selalu memohon ampun atau memohon maaf atas segala perbuatannya.
Apem dengan bahan dan cara pembuatannya yang sederhana juga menjadi pengingat agar manusia senantiasa hidup dalam kesederhanaan tetapi memiliki makna bagi banyak orang.
Setelah kirab selesai gunungan apem Madukara akan dibagikan kepada masyarakat yang menyaksikan. Masyarakat akan berebut untuk mendapatkan apem tersebut karena dipercaya apem-apem yang ditata dalam gunungan akan membawa berkah tersendiri.

Leave a Reply