Kabupaten Demak terkenal dengan buah jambu air merah delima. Kekhasan dari jambu air ini adalah rasa manis dan buahnya tebal.Petani jambu air merah delima tersebar di seluruh Kabupaten Demak khususnya Kecamatan Wonosalam, Mijen, Guntur, Wedung dan Demak Kota.
Musim panen biasanya terjadi pada bulan Agustus-September dan Februari-Maret. Jika pergi ke Demak, jangan lupa membeli jambu sebagai oleh-oleh.
Jambu air Merah Delima adalah varietas unggul asli Demak dan merupakan komoditas buah unggulan daerah. Kesesuaian iklim, topografi dan sifat fisika-kimia tanah di Demak menjadikan tanaman jambu air dapat tumbuh dan berproduksi lebih dari dua kali per tahun dengan penampilan fisik buah menarik yaitu warna merah mengkilat, berukuran besar, rasa manis, renyah dan bernilai ekonomi tinggi. Namun, penelitian tentang jambu air masih sangat terbatas dibandingkan dengan komoditas buah unggul lainnya. Tujuan penelitian untuk mempelajari perbedaan budidaya, pertumbuhan dan produksi jambu air yang ditanam di lahan kering dan lahan sawah di kabupaten Demak dengan metode survei. Pra Penelitian dilakukan pada Oktober 2011 – Januari 2012. Penelitian dilakukan bertepatan saat musim panen raya pada Maret – Juni 2012. Lokasi penelitian yaitu di Kecamatan Wonosalam, Demak dan Bonang. Sampel penelitian adalah petani sebanyak 50 orang, dengan proporsi berturut-turut 28 : 14 : 8 petani. Sub sampel penelitian adalah 54 tanaman jambu air ditentukan secara purposive dengan rancangan tersarang yaitu (3 kecamatan x 2 jenis lahan x 3 tanaman). Survei budidaya menggunakan pembanding Standar Operasional Prosedur (SOP) Jambu Air yang diterbitkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Demak. Pengamatan dilakukan terhadap sifat fisika dan kimia tanah, iklim mikro, pertumbuhan, produksi dan kualitas hasil jambu air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapan budidaya jambu air Merah Delima di lahan kering dan sawah hanya mencapai status terapan rendah dan sedang (menggunakan dasar SOP jambu air). Terdapat pengaruh interaksi yang nyata antara terapan budidaya dan lokasi penelitian dan antara terapan budidaya dengan jenis lahan terhadap produksi jambu air Merah Delima. Penataan lahan jambu air sistem surjan dan sistem budidaya terpadu dengan kolam ikan dengan bagian parit atau kolam ikan selalu terisi air, kurang sesuai bagi tanaman jambu air karena menyebabkan perakaran tanaman selalu dalam kondisi anaerob. Penataan lahan datar dengan pengairan secara berkala menyebabkan kadar lengas tanah tersedia tidak terlalu tinggi dan lebih sesuai bagi tanaman jambu air Merah Delima. Kadar lengas tanah tersedia merupakan faktor lingkungan tumbuh yang memberikan pengaruh yang besar terhadap produksi jambu air Merah Delima di lahan kering dan sawah pada tanah Grumosol. Semakin tinggi lengas tanah tersedia maka produksi jambu air Merah Delima akan semakin berkurang.

Leave a Reply