Kuliner di Kabupaten Sumba Tengah – Sayur Kabatta

by

Sayur kabatta dan kue putu mungkin hanya merupakan contoh kecil saja. Mungkin masih banyak lagi masakan khas Anakalang yang saya tidak ketahui. Sayur ka’batta dan kue putu merupakan peluang usaha yang potensial bila dikembangkan dan juga merupakan modal besar yang di sepelekan

Sumba Tengah sebagai kabupaten baru diharapkan mampu mensiyasati gejolak pengangguran yang sedang merambah bumi nusantara ini. Bukan hanya pemerintah saja tetapi juga masyarakat Sumbah Tengah dituntut segera berbenah diri. Pemimpin Sumba Tengah juga diharapkan menjalin kerja sama dengan masyarakat dalam mengatasi masalah ini.

Setelah sukses mekar menjadi kabupaten baru di Pulau Sumba, Sumba Tengah memang menjanjikan berbagai hal. Salah satunya akan menyedot banyak putra putri daerah untuk bisa mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun perlu diingat, peluang ini pastinya tidak berlangsung lama.

Di dalam masa pembangunan, obat mujarab untuk mengatasi pengangguran adalah menumbuhkan jiwa kewirausahaan melalui wirausaha. Kewirausahaan merupakan sikap mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan pendapatan. Wirausaha adalah kemampuan seseorang untuk hidup sendiri atau berdikari di dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya yang bebas atau merdeka secara lahir dan bathin.

Artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com dengan judul Sayur Kabatta dan Kue Putu Peluang Usaha Potensial, https://kupang.tribunnews.com/2009/09/10/sayur-kabatta-dan-kue-putu-peluang-usaha-potensial.

 

Melihat begitu kompleksnya pengertian dari kewirausahaan dan wirausaha, bukan berarti seorang calon wirausahawan harus bersusah payah untuk memikirkan usaha apa yang akan ia bangun. Sebab segala macam bentuk usaha, bila diterapkan dengan pola manajemen usaha (perencanaan, pelaksanaan, pengontrolan) yang baik pasti akan menuai hasil yang memuaskan.

Sebagai contoh, telah banyak kota-kota maju di Indonesia yang masyarakatnya sukses menumbuhkan jiwa kewirausahaan dengan mengkomersialkan makanan khas daerah melalui usaha makanan. Sebut saja Yogyakarta dengan gudeg dan bakpia pathoknya, Semarang dengan lumpia dan bandeng prestonya, Makassar dengan soto Makassar dan es palubutungnya, dan Manado dengan rica-ricanya.

Bila para pelancong atau wisatawan yang ingin menikmati masakan-masakan tersebut, sudah tersedia rumah makan atau warung makan yang siap menjajakan masakan khas daerah setempat. Itu baru soal makanan, apalagi kalau soal mengkomersialkan hasil kerajinan, tidak perlu ditanyakan lagi. Mereka memang jagonya.

Kota-kota tersebut di atas sangat populer di tanah air karena mampu mengkomersialkan makanan khas daerahnya. Mengapa bisa demikian? Jawabannya adalah karena masyarakat di kota-kota tersebut memiliki jiwa kewirausahaan. Di dalam jiwa kewirausahaan terkandung makna berani mengambil risiko, pantang menyerah, dan kerja keras. Luar biasa bukan? Lalu bagaimana dengan Sumba Tengah? Apakah Sumba Tengah tidak memiliki makanan khas? Atau kerajinan tangan misalnya?

Secara pribadi saya sudah mengenal Anakalang sejak usia 7 tahun. Saya sangat suka sekali dengan kue putu dan sayur ka’batta buatan nenek. Kue putu dan sayur ka’batta adalah masakan yang sudah tidak asing lagi di lidah dan telinga orang Anakalang.

Saya ataupun masyarakat Sumba Tengah lainnya mungkin dengan mudah dapat jika ingin menikmati masakan khas Anakalang tersebut. Tetapi bagaimana dengan nasib wisatawan domestik (dalam negeri) atau wisatawan asing yang ingin menikmati atau mencicipi masakan khas Anakalang? Apakah di Anakalang sudah tersedia rumah makan atau warung makan yang menyediakan ka’batta dan kue putu? Jawabannya tentu saja belum ada.

Sayur ka’batta dan kue putu mungkin hanya merupakan contoh kecil saja. Mungkin masih banyak lagi masakan khas Anakalang yang saya tidak ketahui. Sayur ka’batta dan kue putu merupakan peluang usaha yang potensial bila dikembangkan dan juga merupakan modal besar yang di sepelekan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *