Kuliner di Kabupaten Ngada – Ubi Dan Tuak

by

Ngada yang ditujukan kepada leluhur mereka. Ubi atau ‘uwi’ adalah hidangan utama dalam upacara tradisional ini. Pesta Reba memiliki nilai magis yang memikat orang dari berbagai wilayah di Pulau Flores.

Setelah Upacara Reba, kita akan mendapatkan pengalaman langsung menyaksikan tarian-tarian dengan penari menggunakan pedang panjang dan liukan “tuba”, yang merupakan tongkat bulu kambing putih. Ada pemain musik juga yang akan memainkan menggunakan alat musik yang terbuat dari batok kelapa atau labu hutan. Alat musik ini sangat unik karena wadah resonansi ditutupi dengan kulit kambing dan bagian tengahnya dilubangi. Penggeseknya adalah sebilah bambu yang diikat dengan benang tenun dan digosok lilin.

Kita akan melihat sejumlah desa tradisional yang terdiri dari bongkahan batu berdiri, nuansa ini membuat kita merasakan berada di tengah-tengah masyarakat yang masih bertahan dari zaman batu. Masyarakat Ngada juga ada istilah Ngadhu dan Bhaga. Ngadhu adalah simbol leluhur lelaki, dan Bhaga adalah leluhur perempuan. Kemudian ada satu batu di desa Bena, di mana batu yang berdiri dianggap sangat sakral, yaitu ture.

Ubi, tuak, makan bersama, menari dan bernyanyi, merupakan bentuk rasa syukur dari suku Ngada terhadap rezeki yang berlimpah dari sang pencipta. Mereka percaya bahwa seluruh kehidupan ini merupakan anugerah dan harus dipertahankan sebaik-baiknya. Secara tidak langsung, ini menjadi satu kebiasaan dalam mempererat tali silaturahmi seluruh masyarakat suku ngada baik yang menetap maupun merantau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *