Kuliner di Kabupaten Dompu – Timbu

by

Makanan Khas Kabupaten Dompu jenis Nasi Bambu dan Tape ketan hitam (bahasa daerahnya timbu dan dahi)
terus menjadi makanan favorit kalangan masyarakat Kabupaten Dompu dan daerah lainya. Makanan ini pun dapat di jumpai di sejumlah wilayah di Dompu salah satunya di Pasar Raya wilayah Kota Dompu.

Salah seorang pembeli makanan timbu dan dahi, Suliswati (28 thn) warga Kota Bima NTB. Kepada wartawan ini mengaku sudah sejak lama mengkonsumsi makanan khas Dompu tersebut.”Setiap kali saya datang di Dompu ini, saya tetap menyempatkan waktu untuk membeli Timbu dan Dahi,” ujarnya saat diwawancarai wartawan ini di lokasi pasar raya Dompu, Rabu (30/5/2018).

Berkunjung ke Kabupaten Dompu Provinsi NTB, tidak lengkap rasanya jika tidak menikmati Makanan Timbu dan Dahi, kuliner khas yang memanjakan lidah dan menawarkan rasa tidak terlupakan .
Timbu sendiri adalah nasi bambu yang dibakar dengan cara di bakar atau dalam bahasa Indonesia disebut Nasi Lemang, sedangkan Dahi adalah Tape ketan hitam.

Makanan khas ini biasanya oleh masyarakat Dompu disantap ketika acara hari-hari besar, seperti Idul Fitri dan Idul Adha serta acara-acara pesta rakyat lainnya.

Kedua makanan legendaris ini juga memiliki rasa khas karena proses pembuatannya yang memakan waktu hingga 6 jam dan terbuat dari beras.

Proses yang dilakukan dalam membuat makanan Timbu dan Dahi adalah, menyiapkan kayu dan kemudian dibakar sehingga menghasilkan arang yang tahan lama. Kemudian, beras yang digunakan pun bukan beras sembarangan, harus beras ketan putih supaya rasanya pulen, sedikit lengket dan gurih. Lalu makanan ini terlebih dahulu harus direndam dalam air selama kurang lebih tiga jam. Air yang digunakan juga terlebih dahulu dicampur dengan garam.

Setelah beras direndam dan ditiriskan kemudian lapisi batang bambu dengan daun pisang dan masukkan beras ke dalam batang bambu sebagai wadah untuk memasak sehingga menambah rasa yang khas.

Lanjut masukkan santan kelapa atau santan kental ke dalam bambu. Sebagai penutup bambu, pada ujungnya dan ditaburi ampas kelapa. Setelah itu lakukan pembakaran selama 6 jam.

Sementara itu untuk pembuatan Dahi tidak sembarangan, harus orang yang bersih atau tidak dalam keadaan sedang datang bulan (haid), harus mengambil wudhu terlebih dahulu dan akan memakan waktu lama.

Siapkan Beras ketan kemudian dimasak setengah matang sembari di angin-anginkan dan ditaburi dengan ragi. Lalu disimpan dalam wadah tertutup rapat dan tidak terkena sinar matahari langsung atau di ruang tertutup yang diselimuti oleh daun pisang.

Makanan khas ini bisa anda temukan di Pasar Induk Dompu yang lokasinya tidak jauh dari kawasan Pemerintahan Bumi Nggahi Rawi Pahu. Untuk Kisaran harga yang di tawarkan sekitar Rp 25-30 Ribu untuk Timbu dan Rp 10 ribu saja untuk Dahi setelah itu anda bisa menikmati dan membawa pulang sebagai oleh-oleh.

 

Jika berkunjung ke NTB, jangan lupa mampir di Kabupaten Dompu. Karena di sini ada berbagai jenis makanan lokal yang masih dijajakan di pasar tradisional.

Salah satunya adalah Timbu dan Dahi. Timbu dalam bahasa Indonesia berarti Nasi Lemang. Sementara Dahi, adalah Tape. Kedua makanan legendaris di kalangan masyarakat Dompu karena rasanya yang khas. Selain itu proses pembuatannya yang memakana waktu hingga 6 jam. Keduanya terbuat dari beras.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *