Masyarakat di Flores sering mengonsumsi Moke beramai-ramai atau dalam istilah daerah disebut dengan cara melingkar.Konsumsi moke sering dilakukan bersama dengan aneka camilan atau lepeng dalam bahasa daerah. Moke juga dikonsumsi bersama dengan makanan khas flores seperti lepeng ikan kuah asam, ikan bakar, sop kambing, pisang bakar/rebus dan sambal lemon atau sambal tomat balik.
Perjamuan tersebut sering dilakukan di luar rungan seperti di pinggir pantai, di halaman rumah dan di bawah pepohonan.Moke merupakan minuman tradisional yang dibuat dari hasil penyulingan buah dan bunga pohon lontar maupun enau, proses pembuatannya masih tradisional yang diwariskan secara turun temurun dan masih dilakukan sampai sekarang. Pembuatan moke dilakukan di kebun-kebun masyarakat dengan menggunakan wadah-wadah tradisional seperti periuk tanah untuk memasaknya.
Pembuatan moke memerlukan keuletan, kesabaran dan keahlian khusus untuk menghasilkan minuman yang berkualitas. Satu botol Moke butuh 5 jam, karena menunggu tetesan demi tetesan dari alat penyulingan yang menggunakan bamboo. Moke dengan kualitas terbaik sering disebut masyarakat dengan BM atau bakar menyala. Moke tersebut memiliki khasiat menyehatkan dan tidak memabukkan.
Bagi masyarakat Sikka, moke itu simbol adat dan persaudaraan dalam kehidupan sosial.Dengan kadar alkohol yang cukup tinggi, moke tetap dikonsumsi sebagai sarana pemersatu masyarakat di Kabupaten Sikka. Sedangkan di Manggarai, sebutan sopi lebih populer. Sementara, di Manggarai Timur, Aimere, dan Bajawa, masyarakat menyebutnya moke.
Minuman keras sudah jadi budaya bagi masyarakat Manggarai. Moke atau sopi terbuat dari bahan alami. Tidak ada campuran zat kimia berbahaya bensin atau spiritus, seperti yang sering ditemukan di Jawa. Efek sampingnya pun tak begitu besar, tidak seperti oplosan yang banyak makan nyawa.
“Kalau kita sudah minum, lihat saja mereka itu besok santai sekali. Menyapa orang akrab, padahal sebelumnya mereka, ‘iya pak’, masih sopan. Minuman ini bisa bikin orang spontan-spontan saja,” kata Pata, fasilitator Komunitas Kreatif, sebuah program pemberdayaan dari Yayasan Kelola.
Moke atau sopi digunakan untuk menyambut kedatangan tamu. Selain itu, juga untuk upacara adat, dan kegiatan resmi lain. Sedikit sopi yang diberikan malam itu adalah simbol, saya sudah diterima sebagai keluarga baru.

Leave a Reply