Tidak seperti sate biasa, sate ini sepertinya namanya yaitu menggunakan daging sapi sebagai bahan pembuatannya.
Dilengkapi dengan bumbu kacang serta kecap manis dan irisan bawang serta jeruk nipis, potongan dari sate ini menggunakan daging yang cukup besar dalam setiap tusuknya sehingga setiap porsi yang dihidangkan cukup memuaskan.
Sate Sapi Suruh merupakan salah satu daya tarik kuliner di sekitar kota Salatiga. Keberadaannya sudah cukup terkenal di masyarakat Salatiga dan sekitarnya karena telah dibuka beberapa cabang yang salah satunya berada di tengah kota Salatiga. Namun siapa sangka nama Suruh berasal dari nama sebuah pasar yaitu Pasar Suruh yang terletak di kabupaten Semarang yang mengelilingi kota Salatiga.
Sate Sapi Suruh semakin dikenal saat dikelola oleh generasi ketiga. Meski namanya Sate Sapi Suruh, tapi cikal bakalnya berasal dari Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang. Cabangnya saat ini berada di Suruh, kompleks Makutarama Salatiga, Ungaran dan di Jalan Sriwijaya Semarang.
Lokasi salah satu cabang Warung Sate Sapi Suruh berada di kompleks pasar Suruh. Rute menuju warung ini dari pusat kota Salatiga ke arah selatan menuju pertigaan Terminal Tingkir Salatiga. Saat tiba di pertigaan Terminal Tingkir Salatiga belok ke arah kiri atau timur melewati Jalan Raya Suruh-Karanggede. Ikuti jalan tersebut hingga tiba di kawasan Pasar Suruh. Posisi warung tersebut berada di salah satu pintu masuk bangunan Pasar Suruh. Kendaraan pengunjung dapat diparkir di area parkir pasar tersebut.
di Jalan Jenderal Sudirman, Salatiga sudah dikenal masyarakat luas sejak dulu. Selain rasanya enak, daging sapinya juga empuk dan terasa lembut di lidah meskipun dibakar. Cita rasa itu bisa dipertahankan hingga sekarang karena pemiliknya, selalu menggunakan daging berkualitas sebagai bahan baku. Ini yang membuat sate sapi Suruh digemari konsumen. Setiap hari, warung Sate Sapi Suruh menghabiskan daging minimal sepuluh kilogram.

Leave a Reply