Papua Pegunungan

Kumpulan Propinsi

Di Indonesia.

Banyak keragaman budaya yg terkandung pada setiap propinsi.

Nama Resmi : Propinsi Papua Pegunungan
Motto : Cintaku Negeriku
Ibukota : Kabupaten Jayawijaya
Tanggal berdiri :30 Juni 2022
Gubernur : Jhon Tabo
Wakil Gubernur : Ones Pahabol
Jumlah Penduduk:  1.459.544 jiwa
Luas Wilayah: 88.416,64 km2
Alamat : Kompleks Kantor Gubernur, Jl. Soa Siu Dok 2 Bawah Jayapura, Papua.
Tlp : 0967 537523
Email : info@papua.go.id
Website : www.papuapegununganprov.go.id

Wilayah Administrasi:
Kabupaten : 8
Kodya/Kota : 1

Sejarah
Papua Pegunungan adalah sebuah provinsi di Indonesia yang dimekarkan dari Provinsi Papua pada sidang Paripurna DPR RI pada tanggal 30 Juni 2022. Ibu kota provinsi ini berkedudukan di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya. Papua Pegunungan dimekarkan dari Provinsi Papua bersama dua provinsi lainnya yakni Papua Selatan dan Papua Tengah pada 30 Juni 2022 berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2022. Sebelumnya nama usulan provinsi ini bernama “Provinsi Papua Pegunungan Tengah”. Papua Pegunungan adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang tidak memiliki garis pantai (terkurung daratan).
Provinsi Papua Pegunungan berlokasi di Pegunungan Jayawijaya bagian timur. Pegunungan ini merupakan jajaran pegunungan tertinggi di Indonesia dengan puncak seperti Puncak Mandala dan Puncak Trikora. Pegunungan Jayawijaya terdapat gletser abadi yang terancam mencair akibat perubahan iklim. Provinsi ini termasuk dalam wilayah adat La Pago dengan berbagai macam suku yang tinggal di lembah yang diapit gunung-gunung tinggi, mereka menanam ubi dan beternak babi. Salah satu lembahnya adalah Lembah Baliem yang terkenal dengan festival tradisionalnya. Lembah Baliem juga merupakan lokasi Kota Wamena sebagai ibu kota provinsi ini
Pelaut seperti Jan Carstenszoon pada abad ke-17 telah mencatat adanya pegunungan tinggi yang tertutup salju di tengah pulau Papua padahal letaknya di khatulistiwa. Bangsa Eropa menyebut kawasan ini dengan terra incognita yang berarti daerah misterius yang belum terpetakan. Kontak pertama suku pedalaman Provinsi Papua Pegunungan dengan dunia luar terjadi pertama kali oleh ekspedisi yang dipimpin Hendrikus Albertus Lorentz tahun 1909 untuk mencari jalur mencapai Puncak Wilhelmina (sekarang disebut Puncak Trikora) yang terjal dan tertutup salju. Anggota ekspedisi tersebut beristirahat dan melihat prosesi adat di perkampungan Suku Pesechem atau Pesegem. Namanya kemudian diabadikan dalam nama Taman Nasional Lorentz. Setelah ekspedisi tersebut, dilakukan banyak ekspedisi lain oleh de Bruyn, Franssen Herderschee, Karel Doorman, dan lain-lain.
Ekspedisi oleh van Overeem dan Kremer tahun 1920 berhasil menemukan Lembah Swart (sekarang Lembah Toli wilayah Tolikara) beserta Suku Dani yang tinggal disana. Ekspedisi ini kemudian menemukan Danau Habema dan berhasil mencapai Puncak Wilhelmina dari sisi utara. Lembah Baliem yang dihuni Suku Dani ditemukan secara tidak sengaja dari pesawat terbang oleh ekspedisi yang dipimpin Richard Archbold dari Museum Sejarah Alam Amerika di tahun 1938. Ekspedisi ini diperkuat oleh puluhan tentara Belanda beserta orang-orang Dayak sebagai pemikul barang. Bangsa Belanda menyebut Lembah Baliem dengan Groote Vallei atau Lembah Besar.

Provinsi Papua Pegunungan
Setelah UU No. 16 Tahun 2022 diresmikan, para bupati di provinsi baru ini bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri melalui Kelompok Kerja (Pokja) III Satgas Pengawalan Daerah Otonomi Baru untuk menyusun hal-hal yang perlu dipersiapkan supaya provinsi baru ini dapat segera berjalan seperti lokasi kantor gubernur dan dinas sementara, anggaran sementara sebelum diadakannya Pilkada, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta dana hibah dari masing-masing kabupaten, provinsi induk, dan pemerintah pusat. Pokja juga meninjau calon lokasi pusat perkantoran Pemerintah Provinsi kedepannya dengan alternatif yang ditawarkan antara Distrik Muliama, Wamena Kota, Megapura, atau Hubikiak. Sedangkan untuk kantor gubernur sementara berada di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya walaupun ada rekomendasi lain seperti Mall Wamena. Plang nama kantor gubernur sementara terpasang di tanggal 6 September 2022 namun dirusak sehari kemudian oleh 9 anggota Himpunan Mahasiswa Kabupaten Jayawijaya (HMKJ) yang akhirnya ditangkap oleh kepolisian.Tanggal 11 November 2022, Provinsi Papua Pegunungan beserta dua provinsi baru lainnya diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri. Pada hari itu juga, mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Nikolaus Kondomo dilantik sebagai penjabat gubernur Papua Pegunungan.

Geografi
Berdasarkan estimasi dari Badan Informasi Geospasial, luas wilayah Provinsi Papua Pegunungan adalah 51.213,330 km², sedangkan berdasarkan estimasi dari Badan Pusat Statistik 2023, luas wilayah Provinsi Papua Pegunungan adalah 88.420,64 km². Perbedaan ini didasari oleh perbedaan metode untuk mengukur kondisi topografi yang merupakan pegunungan, perbukitan, dan lembah.

Batas Wilayan
Utara Provinsi Papua
Timur Provinsi Sandaun dan Provinsi Barat, Papua Nugini
Selatan Provinsi Papua Selatan
Barat Provinsi Papua Tengah
Demografi
Agama
Kristen 97,99%
Islam 1,84%
Kepercayaan 0,16%
Lainnya 0,02%

Bahasa
Indonesia (resmi),
Dani, Ketengban,
Kimyal,
Kosarek,
Lani,
Nduga,
Ngalum,
Nggem,
Walak, Yali

Perekonomian
Pertambangan
Kandungan emas ditemukan di wilayah Suku Korowai yang berada di perbatasan lima kabupaten di Papua Selatan dan Papua Pegunungan. Kawasan Korowai di Papua Pegunungan berada di Kabupaten Yahukimo dan Pegunungan Bintang. Penambangan di kawasan ini bersifat ilegal atau tidak berizin resmi namun banyak dilakukan. Lokasi penambangan berada di tengah hutan yang sangat jauh dari kota dengan akses darat yang sulit sehingga hanya dapat dituju dengan helikopter atau menaiki perahu kecil selama berjam-jam kemudian berjalan kaki. Para penambang kemudian mendirikan tenda-tenda di areal tambang sebagai tempat tinggal. Potensi emas di wilayah ini menarik perhatian masyarakat setempat maupun orang luar Papua. Pendulangan emas umumnya dilakukan di sungai secara sederhana menggunakan wajan walaupun diduga ada yang menggunakan alat penyedot pasir yang menimbulkan polusi di sungai seperti Sungai Deiram. Barang kebutuhan seperti beras, rokok, garam, dan lainnya didatangkan dari luar dan ditukar dengan emas. Salah satu lokasi tambang di Papua Pegunungan adalah Kampung Kawe, Awinbon, Pegunungan Bintang. Daerah ini sudah diakui sebagai Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) oleh Kementerian ESDM di tahun 2022 sehingga rakyat setempat didorong untuk mengurus Izin Pertambangan Rakyat (IPR) supaya aktivitas tambang mereka menjadi legal

Pertanian dan perdagangan
Masyarakat di Pegunungan Tengah Papua sudah bertani sejak 6000 tahun yang lalu sehingga menjadi salah satu petani pertama di Nusantara ketika suku lain masih berburu dan meramu. Beberapa tanaman yang ditanam masyarakat di wilayah ini antara lain keladi, pisang, buah merah dan ubi jalar. Masyarakat mengembangkan jenis-jenis ubi jalar seperti helaleke, yeleli, musaneken, suwemul, kepale, arulek, abukul dan utorok.Ubi jalar adalah bagian penting dari budaya bakar batu yaitu memasak makanan dari batu-batu panas untuk upacara tertentu. Budaya pertanian ubi jalar makin tergerus dengan masuknya padi pasca kemerdekaan. Salah satu kawasan sawah padi di Lembah Baliem adalah Kampung Honelama, Wamena. Masyarakat Lembah Baliem berdagang di berbagai pasar tradisional di Wamena seperti Pasar Jibama dan Pasar Potikelek. Warga suku asli berdagang umbi-umbian, pinang, dan aneka sayuran dan buah-buahan. Sedangkan warga pendatang berjualan beras, telur, peralatan motor, perlengkapan mandi, pulsa, dan barang-barang lain dari luar daerah

Pendidikan
Papua Pegunungan memiliki beberapa perguruan tinggi swasta, antara lain Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena (UNAIM) yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Islam (Yapis). Perguruan tinggi ini sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Amal Ilmiah (STISIP-AI) Yapis Wamena dan kemudian resmi menjadi universitas di tahun 2020. Perguruan tinggi lainnya di provinsi ini adalah Universitas Okmin Papua yang diresmikan di tahun 2021, berlokasi di Kabupaten Pegunungan Bintang yang merupakan daerah perbatasan negara. Pembangunan kampus ini didukung penuh dan dibantu oleh pemerintah pusat. Selain perguruan tinggi swasta, juga terdapat kampus Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jayapura di Wamena yang saat ini hanya membuka program studi D3 Keperawatan

Kebudayaan
Koteka
Koteka adalah penutup kelamin tradisional pria yang dipakai oleh beberapa suku pedalaman di pegunungan Papua, seperti suku Dani, Lani, Nduga, Ngalum, Walak, dan lain-lain. Koteka terbuat dari buah labu panjang (Lagenaria siceraria) yang isinya dibuang dan dibakar, di mana setiap suku dan mungkin kampung memiliki perbedaan bentuk koteka. Pemerintah pada masa Orde Baru meluncurkan Operasi Koteka untuk menghapuskan penggunaan koteka dan diganti dengan pakaian modern, salah satunya dengan menjatuhkan puluhan ton pakaian ke pedalaman menggunakan pesawat terbang. Berangsur-angsur penggunaan koteka di kehidupan sehari-hari semakin menurun, namun koteka tetap dipakai untuk kepentingan perayaan atau pariwisata. Koteka tercatat sebagai Warisan Budaya Tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia